Ditanya UU Cipta Kerja, Ruben Onsu Jabarkan Kondisi Karyawannya Saat Itu.

Ditanya UU Cipta Kerja, Ruben Onsu Jabarkan Kondisi Karyawannya Saat Itu.

Kapanlagi. com – Umum kini tengah diramaikan soal UNDANG-UNDANG Cipta Kerja. Tentunya banyak orang yang terdampak dengan keputusan itu, salah satunya adalah banyaknya usaha yang dilakoni para artis.

Ruben Onsu membahas situasi tersebut dalam kanal YouTube Sambel Lalap (7/10). Ia mengaku bertambah mengutamakan kesejahteraan karyawannya secara masuk akal. Suami Sarwendah ini menjabarkan kira-kira hal yang telah ia lakukan untuk karyawannya sebelum UU Membuat Kerja menjadi pro kontra.

1. Peduli dengan Karyawan

Ruben mengatakan kalau dirinya telah melakukan beberapa kejadian sebagai bentuk peduli kepada pekerja. Salah satunya dengan mengupayakan asuransi BPJS dan asuransi swasta.

“Sebelum ada ini yang sudah saya lakukan ya, oleh sebab itu saya tidak membahas tentang peristiwa yang sekarang ini. Tapi yang saya lakukan sebelum adanya ini adalah kan kayak asuransi sungguh. Asuransi dari perusahaan kan wajib BPJS ya, tapi kalau pada perusahaan saya itu bukan BPJS saja tapi saya tambahin secara asuransi swasta, ” ujar Ruben.

dua. Soal Cuti

Selanjutnya, ayah Betrand Peto ini pula membahas soal cuti karyawan. Ia mengatakan akan membayar jika tersedia karyawannya yang tidak mengambil terlanjur.

“Yang cutinya jika mereka tidak ambil itu kita bayar. Kan ada karyawan yang gak ambil cuti kan itu maunya kerja terus. Nah sebab mereka gak ambil cuti siap cutinya kita bayar, ” jelasnya.

3. Ikut Keputusan Pemerintah

Ditanya mengenai UU Cipta Kerja, Ruben mengaku masih belum mampu berkomentar. Namun dirinya menegaskan kalau selalu berupaya untuk memanusiakan karyawannya secara logis.

“Jadi kalau saya melihatnya ini rancu sebenarnya jadi ya gue jika dibilang perusahaan gue bukan perusahaan juga gak papa lah gitu. Cuma bagaimana cara saya memanusiakan manusia ya dengan cara gitu ya masuk logika lah gitu, ” pungkasnya.

Di dalam akhir wawancara, Ruben Onsu memilih mengikuti keputusan pemerintah. Namun ia tetap   berharap agar negeri bisa seimbang dengan kepentingan awak dalam menentukan UU.

Jangan Lewatkan